Pilih materi pemograman dasar 1

Apa itu Bahasa Pemrograman Dasar?

Pada dasarnya, bahasa pemrograman berfungsi untuk membuat suatu program melalui kumpulan kode-kode (sintaks).

Dengan mempelajarinya, kamu akan memahami “bahasa” untuk “menyuruh” program melakukan sesuatu.

Pada praktiknya, kamu pun pasti sudah sering melihatnya, entah di website maupun aplikasi. 

Sebagai contoh, misalkan kamu membuka aplikasi Traveloka lalu melakukan booking tiket pesawat. Nah, proses booking tersebut dijalankan oleh kode-kode yang ada di dalam aplikasinya.

Atau misalkan kamu menyalakan lagu di Spotify. Lagu yang kamu play bisa terdengar karena ada kode yang menginstruksikan aplikasinya untuk memutar lagu.

Konsep Dasar Pemrograman

Lalu, konsep dasar programming atau cara kerja bahasa pemrograman itu seperti apa sih?

Jadi, konsep dasar pemrograman terdiri dari lima fase, yaitu: originating, input, proses, output, dan distribution:

  1. Originating – Proses pengumpulan data.
  2. Input – Proses memasukan data ke dalam perangkat.
  3. Proses – Fase di mana data diproses dengan cara dihitung, diurutkan, dan dikelompokkan.
  4. Output – Data yang telah diproses ditampilkan di dalam perangkat.
  5. Distribution – Proses penyebaran informasi dari data yang dihasilkan.

Baca juga: Coding dan Programming Sering Dibilang Sama, Ini Bedanya!

Proses Menulis Bahasa Pemrograman

Sebelum belajar bahasa pemrograman, kamu tentu harus tahu dulu dong gimana proses penulisannya. Berikut langkah-langkahnya :

  1. Pertama-tama, kamu harus menulis kode program menggunakan bahasa pemrograman tertentu.
  2. Setelah selesai menulis kodenya, kamu akan melakukan rilis. Ada beberapa tahapan rilis dalam pengembangan suatu program. Mulai dari tahap alfa dan beta, hingga live release.
  3. Jika sudah dirilis, kamu perlu melakukan debugging untuk mengidentifikasi kesalahan yang ada di dalam programnya.
  4. Bila ada kesalahan yang ditemukan, kamu perlu melakukan perbaikan dan merilis versi program yang baru.
  5. Lakukan pemeliharaan secara berkala agar tidak ada celah kesalahan di dalam programnya. Selain itu, jangan lupa melakukan update.

Kategori Bahasa Pemrograman

Apakah setiap bahasa pemrograman berada di tingkatan yang sama? Tentu tidak. Masing-masing bahasa dikategorikan berdasarkan seberapa mudah bahasanya dimengerti oleh manusia. 

Jadi, ada tiga kategori bahasa pemrograman, yaitu Bahasa Mesin, Bahasa Assembly, dan Bahasa Tingkat Tinggi.

  1. Bahasa Mesin – Bahasa asli dari mesin, biasanya terdiri dari bilangan biner (0100101).
  2. Bahasa Assembly –  Penyederhanaan dari bahasa mesin. Biasanya instruksinya dibuat dalam bentuk singkatan, seperti ADD dan MOV.
  3. Bahasa Tingkat Tinggi – Bahasa pemrograman yang paling mudah dimengerti manusia. Karena perintahnya sudah menggunakan bahasa yang dimengerti. Contoh bahasanya seperti C++, PHP, dan Java.

Jenis Bahasa Pemrograman

Di luar sana, ada banyak sekali jenis bahasa pemrograman. Dan, setiap bahasa pemrograman memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Berikut ini merupakan jenis bahasa pemrograman dasar yang paling populer, yaitu :

bahasa pemrograman terpopuler
Bahasa PemrogramanFungsi
PythonPython punya fungsi yang cukup luas. Mulai dari pengembangan web, aplikasi bisnis, hingga AI dan Machine Learning.
JavaUmumnya digunakan untuk mengembangkan aplikasi web atau aplikasi Android.
JavaScriptBerguna untuk pengembangan aplikasi web, aplikasi mobile, atau game.
C#Biasanya digunakan untuk pengembangan lintas aplikasi, khususnya untuk bisnis.
PHPBerfungsi untuk pengembangan website dan CMS (Content Management System)
C++Umumnya digunakan untuk mengembangkan game.
RBiasanya digunakan untuk mengolah data dan statistik.
Objective CBerguna untuk membuat software di OS X atau iOS.
SwiftBahasa pemrograman ini umumnya digunakan untuk membuat aplikasi di iOS.

Baca juga: 11+ Bahasa Pemrograman Paling Populer, Mana yang Kamu Pilih?

Barangkali kamu berpikir, jika ingin jadi programmer yang handal, kenapa tidak mempelajari semua bahasa pemrograman saja?

Eits, tunggu dulu. Karena tiap bahasa pemrograman punya fungsi yang berbeda, tiap developer juga membutuhkan bahasa yang berbeda pula.

Itu kenapa kamu cukup belajar beberapa bahasa pemrograman tapi secara mendalam.

Komentar